Author Topic: KEBIASAAN  (Read 1311 times)

IRG SM@RT

  • Jr. Member
  • **
  • Posts: 140
KEBIASAAN
« on: March 12, 2014, 03:09:21 PM »
COPAZ

Mendengar cerita dari kakak saya yang bekerja di Kantor Pajak mengenai kasus yang baru-baru ini terjadi, seorang pegawai yang 2 tahun lagi akan pensiun tertangkap basah melakukan transaksi uang haram dengan salah seorang klien. Pada akhirnya proses tersebut menyimpulkan bahwa si pegawai ini ternyata melakukan pemerasan kepada kliennya. Tidak tahu siapa yang benar dan salah, tetapi yang jelas perbuatan tersebut sudah membuat malu keluarga pelaku dan dirinya sendiri.

Berdasarkan cerita dari kakak saya, pegawai pajak ini kehidupannya sudah lebih dari cukup bahkan sangat berlebih. Usianya menunjukkan bahwa masa mudanya dihabiskan pada masa orde baru. Penuturan dari kakak saya, masih banyak oknum yang hidup di masa orde baru melakukan hal tersebut. Yang mengejutkan, mereka adalah orang yang hidupnya sangat berkecukupan. Kemudian pertanyaan saya, apa lagi yang mereka cari? Menurut pendapat kakak saya, hal tersebut sudah menjadi kebiasaan bahkan sudah kecanduan. Apabila tidak dilakukan, seperti ada yang kurang dalam hidupnya. Semua itu dilakukan berawal dari sebuah kebiasaan dan akhirnya sangat sulit untuk dihentikan.

Berbicara tentang kebiasaan, saya dulu adalah seorang perokok berat. Saya mulai merokok sejak SMA tanpa sepengetahuan orang tua saya dan akhirnya berani untuk menunjukkan diri bahwa saya seorang perokok pada saat saya kuliah S1. Awalnya hanya mencoba, kemudian merasakan nikmatnya. Akhirnya keterusan sampai kuliah. Mungkin seperti itulah yang dirasakan oleh si pegawai pajak tersebut. Mencoba sekali, kemudian karena enak dan tidak ketahuan akhirnya menjadi kebiasaan. Faktor lingkungan memang membawa pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan anak remaja. Pernah ketahuan sekali oleh ayah saya, tetapi apabila dimarahi saya  selalu mengatakan “ Ayah dulu waktu aku SD juga merokok,” dan Ayah tidak bisa bicara apa-apa setelah itu.

Apakah bisa dihentikan? Jawabannya absolutely yes, itu bisa dihentikan. Saya teringat pada saat saya melakukan penelitian untuk skripsi saya, banyak sekali rintangan yang menghadang bahkan saya sampai putus asa. Akhirnya terucap sebuah nadzar dengan penuh keyakinan di hati kecil saya, “Apabila saya lulus saya janji akan berhenti merokok selamanya..”. Setelah ucapan saya itu, entah kebetulan atau tidak, seluruh jalan yang ada di depan terasa ringan dan Allhamdulillah saya lulus juga. Sesuai nadzar saya, pada saat sebelum wisuda, saya perpisahan dulu dengan rokok terakhir saya. satu hisapan terakhir sebelum nama saya dipanggil untuk dinyatakan sebagai seorang sarjana. Setelah itu saya berhenti selamanya, tanpa mengurangi pelan-pelan, tanpa harus dipaksa, saya jalani. Memang awalnya berat sekali, tetapi dengan penuh keyakinan dan janji yang telah terukir di hati, saya harus bisa menjalaninya. Alhamdulillah sampai saat ini saya tidak pernah merokok lagi.

Hikmah yang dapat kita petik dari kisah di atas adalah, selama masih ada keyakinan dalam diri kita bahwa kita bisa merubah apa yang menjadi kebiasaan kita, kita pasti bisa melakukannya. Yang terpenting dalam hal tersebut adalah niat yang tulus untuk terbebas dari belenggu kebiasaan buruk. Seorang pemimpin pun harus memiliki kemauan merubah kebiasaan-kebiasaan buruk yang dapat merusak organisasi, baik kebiasaan pribadi maupun kebiasaan organisasinya. Dilandasi niat dan keyakinan untuk berubah, semua pasti bisa dilakukan.

khrapr

  • User OtomaX
  • Full Member
  • ***
  • Posts: 773
    • khrisdya reload
Re: KEBIASAAN
« Reply #1 on: March 12, 2014, 06:32:34 PM »
 :) :) :) :) :) :) :)
Jika engkau sudah selesai dengan satu pekerjaan, kerjakanlah pekerjaan yang lain.

Trx autopilot jam 07.00 - 15.00 WIB, harap maklum Cs nyambi kerja kantoran.

akarpro

  • User OtomaX
  • Jr. Member
  • **
  • Posts: 390
  • Profesional Server
    • agen pulsa murah
Re: KEBIASAAN
« Reply #2 on: March 18, 2014, 01:01:14 PM »
Cukup bermakna :)