Kalau boleh memberikan gambaran: masalah ini mirip dengan software, ada yang dijual, ada pula yang digratiskan. Kalau semua software disumbangkan secara ikhlas itu bagus, tapi pengembangnya hanya punya itu, trus dia makan apa? sementara orang yang menikmati software tidak mau menyumbangkan sebagian pendapatan mereka secara ikhlas kepada yang bersangkutan, padahal software tersebut digunakan buat mencari uang tanpa batas.
Kira - kira kalau kita sebagai pengembang bersediakah membaginya karena mengharap ridho tuhan?
Kemudian kita balik: bersediakah kita sebagai pemakai membagi pendapatan kita kepada pengembang yang telah memberikan ilmu dalam bentuk software karena mengharap ridho tuhan?
Kalau jawaban kedua pertanyaan di atas: IYA SAYA BERSEDIA, Bagus, niscaya negara kita akan jadi negeri yang GEMAH RIPAH LOWH JINAWI, TOTO TENTREM KERTO RAHARJO.
Kalau jawabannya: TIDAK, SAYA TIDAK BERSEDIA BERBAGI PENDAPATAN, TAPI SAYA CUMA MAU ILMU (SOFTWARENYA). Ya negara kita selamanya ya jalan di tempat, mengapa? karena kurangnya KEPEDULIAN ANTAR SESAMA, HANYA MAU MENERIMA TAPI TIDAK MAU MEMBERI. Dan orang yang berilmupun jadi malas mengembangkan softwarenya, terlebih untuk berbagi, memberikannya secara cuma - cuma, karena hidup dia susah, sementara para pemakainya hidupnya enak dan tidak seperpun dia menikmati hasil dari software yang ia kembangkan, malah yang menikmati tiap rupiahnya adalah orang lain.
Kalau dalam syair:
Bagikanlah ilmumu, niscaya akan semakin bertambah,
Bagikanlah hartamu, niscaya akan semakin berkah,
Berbagilah dahulu sebelum berharap orang berbagi padamu, niscaya orang berbagi padamu tanpa kau harap setiap waktu,
Rizki jangan kau kejar, dia akan lari,
Pikatlah ia dengan bersedekah, niscaya dia akan datang dan mengejarmu tanpa henti.
Hasil Karya:
Mas Dadakan