Saya datang ke pertemuan di Grapari di Jalan Banda, Bandung tempo hari. Saya
dengar sendiri, pejabat Telkomsel menyatakan bahwa server sebagai biang
kerok yang menyebabkan harga hancur.
Buat saya pernyataan tersebut adalah penghinaan, pembodohan dan pembohongan.
Setahu saya, harga hancur karena oversupply, dealer diracing. Oversupply
karena Telkomsel butuh uang. Lalu sekarang, server yang dituding sebagai
pelaku pasar yang bikin harga hancur-hancuran. Anda mau terima begitu saja?
Tapi sebaiknya kita tidak memperdebatkan, namun harus dipatahkan dengan
argumen yang efektif. Ada yang punya data historis tahun 2008-2009 pada saat
terjadinya hancur-hancuran harga Telkomsel?
Saya mau buat tulisan untuk dibaca pimpinan/direksi Telkomsel.
--
ID-ASPINDO: JBR-100505
PIN: 22B67513
Software Pulsa Voucha3
Tetap Cepat Di Jam Padat, Comitted to Excellence
http://voucha.net -
http://www.facebook.com/voucha