Kategori Umum > Entrepreneurship
Peluang Usaha
Andi Jaderock:
PANDUAN PRAKTIS MEMULAI
USAHA SALON MOTOR PLUS
LATAR BELAKANG PEMILIHAN USAHA SALON MOTOR PLUS
1. Jumlah motor yang relatif semakin meningkat.
2.Kondisi cuaca saat ini yang mengakibatkan sepeda motor sering lebih mudah
kotor
3.Perubahan gaya hidup dan tuntutan kesibukan, banyak pengguna sepeda motor
yang tidak memiliki waktu untuk membersihkan sepeda motor mereka, dan
menyerahkannya pada pencucian motor.
KUNCI SUKSES USAHA SALON MOTOR PLUS
1.Tempat strategis dan nyaman.
2.Pelayanan yang cepat, cermat, dan memuaskan (mengutamakan kualitas).
3.Pemilik motor biasanya menginginkan motornya bersih dan terawat rapi
4.Harga terjangkau.
5.Menggunakan bahanbahan yang tidak menimbulkan baret, karat, atau korosi
pada sepeda motor, serta ramah lingkungan.
6.Tersedia area basah dan area kering, sehingga tidak mengganggu proses
pencucian dan proses pengeringan.
FASILITAS TAMBAHAN YANG PERLU DISEDIAKAN DALAM USAHA
SALON MOTOR PLUS
Ganti oli.
Spooring balancing.
Mini market atau mini kafe.
Fasilitas kupon bonus untuk konsumen yang sering menggunakan
layanan.
USAHA SALON MOTOR PLUS
Yang menjadikan salon motor ini menjadi plus ialah salon motor yang akan dibuat ini menggunakan mesin SNOW WASH, performa karyawan yang baik
dan menarik, dan sistem kerja yang efisien. Salon motor plus ini dapat kita
bedakan dengan tempat pencucian motor lainnya, seperti membuat instalasi
tempat pencucian dan pengeringan termasuk interior ruangan yang menarik dilihat.
Peralatan-peralatan standar salon motor yang harus disediakan adalah
sebagai berikut :
1.Satu kompresor
2.Satu mesin air untuk steam
3.Satu mesin steam system snow wash (busa salju)
4.Vacuum cleaner
5.Bak penampungan air
6.Seragam karyawan
7.Media promosi
8.Instalasi ruangan
9.Peralatan mencuci :
- Sikat
- Kanebo
- Kuas kecil & besar
- Kain bol
- Busa
LOKASI & RUANG
1. Letak Lokasi
Berada di dekat tempat pemukiman penduduk, seperti didepan komplek
perumahan, atau berada dipinggir jalan utama.
2. Standar Kebutuhan Ruang
Luas ruang minimum : (lebar) 5m x (panjang) 10m
Note: Ukuran panjang dan lebar dapat sebaliknya.
3. Asumsi kebutuhan ruang:
- Tempat pencucian
- Tempat pengeringan
- Ruang tunggu
Note:
Dapat pula kita menambahkan ruangan lainnya untuk kegunaan pengembangan
usaha seperti penjualan soft drink.
STANDARD OPERATIONAL PROCEDURE (SOP)
SALON MOTOR PLUS
KETENTUAN KARYAWAN
1. Bagian penerimaan dan kasir
2. Bagian pencucian (steam dan snow wash)
3. Bagian penyabunan (pembersihan bagian bawah dan bodi kendaraan)
4. Bagian finishing
SISTEM KERJA
Dilakukan shift kerja dan rolling tugas agar lebih terkendali dan terkontrol
PROSEDUR PENANGANAN PELANGGAN
TAHAP I Penerimaan Pelanggan
Dilakukan oleh bagian penerimaan pelanggan merangkap kasir
1. Motor diterima oleh bagian penerima pelanggan
2. Tamu dipersilahkan duduk ditempat tunggu
3. Mengambil helm dan melakukan standar dua (jika ada)
4. Mengeluarkan seluruh isi bagasi kendaraan, memasukkan dalam
kotak/tempat
5. Menyerahkan kotak barang kepada pelanggan
6. Menyiapkan kendaraan dalam barisan antrian (jika antri)
TAHAP II
1. Pencucian kendaraan
Dilakukan oleh bagian pencucian
a. Menempatkan kendaraan sesuai urutan antri ke tempat pencucian
b.Melakukan penyemprotan air (steam) dengan alat dimulai dari bagian bawah
kendaraan secara berurutan, mulai dari bagian belakang ke depan,kemudian
diulangi dari bagian depan kebelakang. Dikonsentrasikan pada bagian bawah yg lebih kotor
c.Penyemprotan pindah ke bagian bodi kendaraan dengan mengatur tekanan air
yang keluar agar tidak merusak cat kendaraan.
Penyemprotan dibagian bagasi kendaraan(motor bebek dan sejenisnya)
e.Dipastikan penyemprotan sudah mampu mengurangi volume kotoran & merata.
2. Penyabunan kendaraan
Dilakukan oleh bagian penyabunan kendaraan
a.Kendaraan yang telah disteam dilakukan penyabunan mulai dari bagian bawah
termasukselasela, dan di sabun dengan sabun khusus serta spon khusus bagian
bawah kendaraan.
b.Setelah bagian bawah telah digosok sabun dengan rata, dilanjutkan kebagian
bodi dan bagasi kendaraan dengan sabun dan spon khusus bodi secara merata
c.Harus dipastikan bahwa penyabunan telah merata dan menghilangkan kotoran.
3. Pencucian ulang (bilas) kendaraan
Dilakukan oleh bagian pencucian
a. Kendaraan yang telah disabuni dibilas dengan steam air hingga bersih
b. Harus dipastikan pembilasan benar-benar bersih tidak menyisakan sisa sabun
4. Snow wash kendaraan
Dilakukan oleh bagian penyabunan
a.Seluruh bagian kendaraan disemprot dengan snow wash (busa salju) dari mesin
b.Dipastikan penyemprotan benar-benar merata agar kendaraan dapat terlihat
mengkilap.
5. Pencucian ulang (bilas) kendaraan
Dilakukan oleh bagian pencucian
a. Kendaraan yang telah di snow wash dibilas dengan bersih dan merata
b.Harus dipastikan pembilasan benar-benar bersih dan merata agar
tidak menimbulkan bercak-bercak air dan sabun pada bodi kendaraan.
TAHAP III
1. Pengeringan kendaraan
Dilakukan oleh bagian finishing
a.Seluruh bagian kendaraan dikeringkan dengan lap kulit (kanebo) tanpa kecuali
dan harus benar-benar kering.
b.Lap yang digunakan untuk bagian bodi dan bagian bawah harusberlainan untuk
menghindari kotoran pasir dari bawah kendaraan menempel di bodi sehingga
menyebabkan gores pada kendaraan.
c.Selasela kendaraan yang tidak terjangkau oleh kain lap disemprot dengan
compressor (tekanan air) agar air yang ada disela-sela dapat keluar.
d.Dikeringkan sekali lagi hingga benar-benar kering
2. Paket poles
Dilakukan oleh bagian finishing Jika pelanggan menghendaki paket poles atau
kendaraannya dipoles
a.Motor disiapkan ditempat teduh kemudian dilakukan pemolesan kendaraan
dengan bahan-bahan yang telah dipersiapkan sesuai urutannya.
b.Setelah selesai dilap dengan kain perca kering agar tidak ada obat poles yang
masih menempel pada bodi kendaraan.
TAHAP IV
Serah terima dan pembayaran
Dilakukan oleh bagian penerimaan pelanggan dan kasir
1.Meminta kotak barang dari pelanggan untuk kemudian dimasukkan kembali ke
kendaraan dan ditempatkan ditempat semula.
2.Memoles helm kendaraan dengan obat poles dan memvacumm bagian dalam
helm agar lebih bersih dan fresh
3.Menerima pembayaran dari pelanggan dengan memberikan kuitansi atau kartu-
kartu promosi yang telah dipersiapkan.
4.Mempersilahkan pelanggan untuk meneliti kualitas hasil pekerjaan
5.Menyerahkan kendaraan kepada pelanggan
PROSEDUR KOMPLAIN PELANGGAN
Komplain diterima oleh bagian penerimaan pelanggan dan ditanggungjawabi oleh semua bagian yang terkait
1.Komplain kurang bersih langsung direspon dan dikerjakan pada bagian yang
dikomplain dengan sungguhsungguh, tanpa alasanapapun & langsung dikerjakan.
2.Komplain kendaraan tidak bisa distater, harus dipastikan hal tersebut akibat
Proses pencucian atau akibat pengerjaan. Jika benar, harus ditanggungjawabi hingga
kendaraan benar-benar dapat dihidupkan kembali.
3.Komplain kendaraan jatuh akibat kesalahan petugas hingga kendaraanlecet.
Harus diajak komunikasi dengan baik serta permintaan maaf bahwa hal tersebut
bukan disengaja, dan memungkinkan untuk diberi voucher gratis untuk pencucian dan pemolesan kendaraan.
4.Komplain barang hilang. Proses ini jelas kesalahan petugas penerima pelanggan
yang tidak mengambil dan menyerahkan barang milik pelanggan langsung
dihadapan pelanggan dan dikonfirmasi langsung mengenai item barang serta
jumlah barang.
PROSEDUR BAHAN BAKU
Penetapan & Penghitungan
1.Bahan baku harus dihitung untuk beban per unit kendaraan agar dapat ditentukan penggunaan bahan baku dan perkiraan biayanya
2.Bahan baku yang dibeli harus dikemas perplastik takaran untuk per unit kendaraan, sehingga memudahkan ukuran bahan baku dalam melakukan proses
pencucian
3.Harga beli bahan baku dibagi jumlah plastik takaran yang dihasilkan untuk
mendapatkan biaya bahan baku per unit kendaraan.
4.Bahan baku hilang atau berkurang tanpa sebab yang jelas menjadi tanggungan para karyawan
Pembelanjaan Bahan Baku
1.Stok bahan baku harus dicatat dalam kartu stok agar pengeluaran bahan baku
terkontrol
2.Wajib melakukan pemesanan/pembelian bahan baku jika stok bahanbaku sudah
pada kondisi sisa maksimum 30% minimum 20%
Andi Jaderock:
Kliping Info Sidat Koleksi Blog Sidatmania:
http://sidatmania.blogspot.com
Budi Daya Ikan Sidat Peluang Ekspor yang
Sangat Menggiurkan
Ikan sidat (Anguilla sp) mungkin tidak dikenal oleh banyak orang di sini. Tapi, di
berbagai negara ikan sidat jadi makanan primadona yang harganya sangat mahal.
Ikan sidat adalah sejenis belut, namun bentuknya lebih panjang dan besar. Ada yang
mencapai 50 cm. Memang tidak enak dilihat. Tapi siapa sangka, konsumen asing
menganggap cita rasa ikan sidat enak dan memiliki kandungan gizi yang tinggi. Kalau di
restoran Jepang, ikan ini sebutannya Unagi.
Kandungan vitamin A mencapai 4.700 IU/100 gram, sedangkan hati ikan sidat lebih
tinggi lagi, yaitu15.000 IU/100 gram. Lebih tinggi dari kandungan vitamin A mentega
yang hanya mencapai 1.900 IU/100 gram.
Bahkan kandungan DHA ikan sidat 1.337 mg/100 gram mengalahkan ikan salmon yang
hanya tercatat 820 mg/100 gram atau tenggiri 748 mg/100 gram. Sementara kandungan
EPA ikan sidat mencapai 742 mg/100 gram, jauh di atas ikan salmon yang hanya 492
mg/100 gram dan tenggiri yang hanya 409 mg/100 gram.
Teknologi budi daya masih baru di Indonesia. Budi daya ikan sidat di Indonesia baru
ditemukan sekitar tahun 2007 oleh Satuan Kerja Tambak Pandu Karawang, yang
merupakan UPT Ditjen Perikanan Budi Daya, Departemen Kelautan dan Perikanan.
Padahal ikan sidat sudah cukup lama dibudidayakan di Jepang dan Thailand. Asal tahu
saja, pengembangan budi daya kedua negara menggunakan benih dari Indonesia.
“Melihat permintaan pasar dunia yang sangat besar mendorong kami untuk melakukan
penelitian budi daya ikan sidat,” kata Kepala Satuan Kerja Tambak Pandu Karawang
Made Suitha.
Sidat kini menjadi salah satu peluang bisnis yang sangat besar. Ekspor ikan sidat
terutama ke Macau, Taiwan, Jepang, China dan Hongkong. Potensi pasar negara lain
yang belum digarap antara lain Singapura, Jerman, Italia, Belanda dan Amerika Serikat.
Peluang ekspor dari Indonesia kian terbuka lebar. Produksi ikan sidat dari Jepang dan
Taiwan mulai terbatas karena kekurangan bahan. Kedua negara otomatis mengurangi
ekspor, sedangkan produksi ikan sidat dari China diketahui menggunakan zat kimia.
Negara produsen ikan sidat akhirnya mencari alternatif pasar benih, termasuk dari
Indonesia. “Tapi Indonesia tidak akan menjual benih, lebih baik dikembangkan di sini
sehingga investor dari luar juga datang,” tegas Made.
Harga ikan memang sangat menggiurkan. Harga di tingkat petani ikan sidat untuk elver
dengan harga jual antara Rp. 250.000/kg. Untuk ukuran 10-20 gram berkisar antara Rp
20.000-Rp 40.000/kg, sedangkan ukuran konsumsi >500 gram untuk jenis Anguilla
bicolor pada pasar lokal rata-rata Rp 75.000/kg; jenis Anguilla marmorata Rp 125.000-
Rp 175.000/kg.
Bantuan Teknologi
Pengembangan budi daya ikan sidat di Pandu Karawang sangat berhasil. Made
mengungkapkan bahwa harga ikan yang cukup tinggi menarik masyarakat untuk
membudidayakan ikan sidat. Bahkan Pandu Karawang siap memberikan bantuan dalam
bentuk teknologi budi daya bagi masyarakat yang ingin berwirausaha. Saat ini, beberapa
kelompok masyarakat melakukan pembudidayaan ikan sidat di tambak Pandu Karawang,
namun juga ada yang perorangan. “Kami menyediakan lahan yang bisa disewa maksimal
dua tahun. Setelah itu mereka harus mandiri, untuk memberi kesempatan pada
masyarakat lain yang ingin belajar budi daya ikan sidat,” jelas Made.
Budi daya ikan sidat relatif tidak sulit. Apalagi rasio hidup sangat tinggi, sekitar 90
persen, karena punya data tahan kuat terhadap penyakit. Made mengemukakan, lamanya
budi daya ikan sidat tergantung ukuran benih. Dia mengatakan, paling banyak yang
dibudidayakan adalah ukuran 200 gram untuk menghasilkan panen ukuran > 500 gram.
Lama budi daya maksimal lima bulan.
Tingkat produktivitasnya juga cukup bagus. Untuk satu ton benih, diperkirakan bisa
menghasilkan 5 ton ikan sidat. Sekarang, semakin banyak investor yang berkeinginan
membudidayakan ikan sidat, sebab, budi daya ikan sidat dipastikan menguntungkan.
Tertarik?
SUMBER: Sinar Harapan
Mau pesan benih sidat atau sidat konsumsi? Klik ini.
Http://sidatmania.blogspot.com
Andi Jaderock:
Bisnis Menguntungkan Budi Daya Lele Sangkuriang
By galeriukm -- Category: Budidaya Ikan
Bisnis Budidaya Ikan Air tawar memang memiliki wilayah yang sangat luas. Salah satu Ikan Budi daya air tawar yang cukup memiliki prospek bisnis yang menjanjikan adalah Lele Sangkuriang. Nama Lele Sangkuriang memang belum setenar Ikan Lele Dumbo, namun sebenarnya secara fisik tidak memiliki perbedaan. Sebenarnya Lele Sangkuriang merupakan Strain baru Lele Dumbo yang kehadirannya merupakan upaya memperbaiki produktivitas Lele Dumbo yang dirasakan mengalami penurunan. Lele Sangkuriang merupakan strain baru dari Lele Dumbo yang dikembangkan oleh BBAT Sukabumi sejak beberapa tahun silam. Pengembangan Lele Sangkuriang didasarkan oleh penurunan kualitas Lele Dumbo karena tidak disertai dengan penanganan Induk yang baik di dalam budi dayanya.
Penanganan induk lele dumbo yang tidak baik tersebut antara lain perkawinan sekerabat (inbreeding), penggunaan induk yang berkualitas rendah dan lain-lain. Parameter rendahnya kualitas induk lele dumbo ini diamati dari pematangan gonad, pertumbuhan harian, daya tahan terhadap penyakit lele dan nilai FCR ( Feeding Conversion Rate), atau efisiensi konversi berat makanan menjadi berat tubuh ikan lele dumbo.
Budi Daya Ikan Lele
Dalam rangka mengembalikan kualitas lele dumbo tersebut BBAT Sukabumi melakukan upaya perbaikan genetik melalui cara silang balik antara induk betina generasi kedua (F2) dengan induk jantan generasi keenam (F6). Induk betina F2 merupakan koleksi yang ada di Balai Budidaya Air Tawar Sukabumi yang berasal dari keturunan kedua lele dumbo yang diintroduksi ke Indonesia tahun 1985. Sedangkan induk jantan F6 merupakan sediaan induk yang ada di Balai Budidaya Air Tawar Sukabumi. Induk dasar yang didiseminasikan dihasilkan dari silang balik tahap kedua antara induk betina generasi kedua (F2) dengan induk jantan hasil silang balik tahap pertama (F2 6).
Berdasarkan keunggulan lele dumbo hasil perbaikan mutu dan sediaan induk yang ada di BBAT Sukabumi, maka lele dumbo tersebut layak untuk dijadikan induk dasar yaitu induk yang dilepas oleh Menteri Kelautan dan Perikanan dan telah dilakukan diseminasi kepada instansi/pembudidaya yang memerlukan. Induk lele dumbo hasil perbaikan ini, diberi nama Lele Sangkuriang.
SYARAT TEMPAT BUDI DAYA LELE SANGKURIANG
Budi Daya Ikan Lele Sangkuriang seperti halnya budi daya ikan lele dumbo bisa dilakukan pada kolam semen, kolam lumpur, kolam terpal dan kolam media lainnya yang berada pada areal dengan ketinggian 1 m – 800 m dpi. Sumber air untuk budi daya lele sangkuriang dapat menggunakan aliran irigasi, air sumur (air permukaan atau sumur dalam), ataupun air hujan yang sudah dikondisikan terlebih dulu. Lele Sangkuriang memiliki kelebihan bisa hidup pada kolam yang memiliki kepadatan cukup tiggi sehingga dapat dibudidayakan dalam pekarangan yang terbatas. Budi daya Lele sangkuriang dalam lahan terbatas biasanya dilakukan dalam skala rumah tangga atau usaha kecil. Dengan modal yang kecil budi daya Lele sangkuriang bisa dilakukan dengan cara seminimal mungkin misalnya kolam dibuat dengan terpal, makanan dicarikan dari sumber makanan alami dan upaya lainnya.
MODEL BISNIS BUDI DAYA LELE SANGKURIANG
Bisnis Budi Daya Lele sangkuriang sebenarnya bisa dilakukan dalam beberapa kegiatan antara lain pembenihan Lele Sangkuriang, Pembesaran Benih dalam beberapa ukuran dan pembesaran Lele Sangkuriang hingga ukuran konsumsi. Model pembenihan memerlukan indukan Lele Sangkuriang yang berkualitas baik dan memiliki genetik yang baik pula. Usia induk Lele Sangkuriang dan kematangan Gonad sangat penting untuk diperhatikan. Setelah menetas idealnya benih lele sangkuriang dipelihara pada kolam lumpur /sawah yang cukup luas dan tersedia pakan alami.
Seiring dengan meningkatnya permintaan ikan Lele Sangkuriang ukuran konsumsi, ketersediaan benih ikut meningkat pula sehingga diperlukan Budi Daya Benih yang cukup untuk memenuhi permintaan tersebut. Benih yang sudah ditebar pada kolam lumpur/sawah sudah bisa dipanen sebagai benih ukuran 5-7 cm pada usia 30-40 hari.
BISNIS BUDI DAYA LELE SANGKURIANG UNTUK KONSUMSI
Konon rasa danging Lele sangkuriang memiliki rasa yang lebih enak dan gurih, tak heran permintaannya semakin banyak. Selain rasa yang enak didukung pula dengan pertumbuhannya yang lebih cepat dari Lele Dumbo. Untuk benih yang ditabur pada ukuran 5-8 cm dalam masa pemeliharaan 130 hari sudah bisa dipanen dalam bobot 200 sampai 250 gr/ekor. Biasanya ada Lele Sangkuriang yang memiliki pertumbuhan lebih cepat dari ikan lainnya, secara berkala misalnya satu bulan sekali, Lele Sangkuriang dipisahkan berdasarkan ukurannya. Hal ini dilakukan agar ikan yang pertumbuhannya lebih lambat tidak kalah dalam bersaing mengkonsumsi makanan. Selain itu ikan yang pertumbuhannya cepat bisa dipanen dalam waktu yang lebih cepat.
PEMBERIAN PAKAN LELE SANGKURIANG
Pada dasarnya Lele Sangkuriang merupakan ikan yang bersifat omnivora.Makanan yang diberikan bisa makanan alami yang bisa diperoleh dari sekitar kolam atau tempat tinggal kita. Pemberian makanan tambahan berupa pellet bisa diberikan jika tidak mau repot mencari makanan alami. Dalam Budi Daya Lele Sangkuriang jumlah besar cara ini lebih praktis dilaksanakan. Jumlah makanan yang diberikan sebanyak 2-5% perhari dari berat total ikan yang ditebarkan di kolam. Cara menghitungnya dengan mengambil sampel beberapa Lele Sangkuring kemudian ditimbang. Untuk mempercepat pertumbuhan dan meningkatkan efisiensi pemberian pakan, makanan dicampurkan dengan probiotik. Menurut pengamatan beberapa petani dan peneliti probiotik mampu meningkatkan efisiensi pencernakan makanan sehingga ikan lele menjadi cepat besar dan bobot bertambah.
Pemberian pakan frekuensinya 3-4 kali setiap hari. Sedangkan komposisi makanan buatan dapat dibuat dari campuran dedak halus dengan ikan rucah dengan perbandingan 1:9 atau campuran dedak halus, bekatul, jagung, cincangan bekicot dengan perbandingan 2:1:1:1 campuran tersebut dapat dibuat bentuk pellet.(Galeriukm).
fra:
wah.. mantab sekali nih artikelnya
ijin menyimak..
klo dilengkapi dengan analisis keuangan usaha, serta sumber mencari peralatan ato modal awal kayaknya lbh mantab nih :)
Andi Jaderock:
I.
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Lele merupakan jenis ikan konsumsi air tawar dengan tubuh memanjang
dan kulit licin. Di Indonesia ikan lele mempunyai beberapa nama daerah, antara
lain: ikan kalang (Padang), ikan maut (Gayo, Aceh), ikan pintet (Kalimantan
Selatan), ikan keling (Makasar), ikan cepi (Bugis), ikan lele ataulindi (Jawa
Tengah). Sedang di negara lain dikenal dengan namamali (Afrika),plamond
(Thailand), ikan keli (Malaysia), gura magura (Srilangka), ca tre trang (Jepang).
Dalam bahasa Inggris disebut pula catfish, siluroid, mudfish dan walking catfish.
Ikan lele tidak pernah ditemukan di air payau atau air asin. Habitatnya di sungai
dengan arus air yang perlahan, rawa, telaga, waduk, sawah yang tergenang air.
Ikan lele bersifat noctural, yaitu aktif bergerak mencari makanan pada malam hari.
Pada siang hari, ikan lele berdiam diri dan berlindung di tempat-tempat gelap. Di
alam ikan lele memijah pada musim penghujan.
Ikan lele banyak ditemukan di benua Afrika dan Asia. Dibudidayakan di
Thailand, India, Philipina dan Indonesia. Di Thailand produksi ikan lele970
kg/100m2/tahun. Di India (daerah Asam) produksinya rata-rata tiap 7 bulan
mencapai 1200 kg/Ha.
Klasifikasi ikan lele menurut Hasanuddin Saanindalam Djatmika et al
(1986) adalah:
Kingdom
:Animalia
Sub-kingdom:Metazoa
Phyllum
: Chordata
Sub-phyllum : Vertebrata
Klas
: Pisces
Sub-klas
: Teleostei
Ordo
: Ostariophysi
Sub-ordo
: Siluroidea
Familia
: Clariidae
Genus
:Clarias
Di Indonesia ada 6 (enam) jenis ikan lele yang dapat dikembangkan:
1). Clarias batrachus, dikenal sebagai ikan lele (Jawa), ikan kalang (Sumatera
Barat), ikan maut (Sumatera Utara), dan ikan pintet (Kalimantan Selatan).
2) Clarias teysmani, dikenal sebagai lele Kembang (Jawa Barat), Kalang putih
(Padang).
3) Clarias melanoderma, yang dikenal sebagai ikan duri (Sumatera Selatan), wais
(Jawa Tengah), wiru (Jawa Barat).
1
4) Clarias nieuhofi, yang dikenal sebagai ikan lindi (Jawa), limbat (Sumatera
Barat), kaleh (Kalimantan Selatan).
5) Clarias loiacanthus, yang dikenal sebagai ikan keli (Sumatera Barat), ikan
penang (Kalimantan Timur).
6) Clarias gariepinus, yang dikenal sebagai lele Dumbo (Lele Domba), King cat
fish, berasal dari Afrika.
Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan air Tawar yang sudah
dibudidayakan secara komersial oleh masyarakat Indonesia terutama di Pulau
Jawa. Budidaya lele berkembang pesat dikarenakan :
1) Dapat dibudidayakan di lahan dan sumber air yang terbatas dengan padat tebar
tinggi,
2) Teknologi budidaya relatif mudah dikuasai oleh masyarakat,
3) Pemasarannya relatif mudah dan
4) Modal usaha yang dibutuhkan relatif rendah.
Pengembangan usaha budidaya ikan lele semakin meningkat setelah
masuknya jenis ikan lele dumbo ke Indonesia pada tahun 1985. Keunggulan lele
dumbo dibanding lele lokal antara lain tumbuh lebih cepat, jumlah telur lebih
banyak dan lebih tahan terhadap penyakit.Namun demikian perkembangan
budidaya yang pesat tanpa didukung pengelolaan induk yang baik menyebabkan
lele dumbo mengalami penurunan kualitas. Hal ini karena adanya perkawinan
sekerabat (inbreeding), seleksi induk yang salah atas penggunaan induk yang
berkualitas rendah. Penurunan kualitas ini dapat diamati dari karakter umum
pertama matang gonad, derajat penetasan telur, pertumbuhan harian, daya tahan
terhadap penyakit dan nilai FCR (Feeding Conversion Rate).
Sebagai upaya perbaikan mutu ikan lele dumbo BBAT Sukabumi telah
berhasil melakukan rekayasa genetik untuk menghasilkan lele dumbo strain baru
yang diberi nama lele "Sangkuriang".Seperti halnya sifat biologi lele dumbo
terdahulu, lele Sangkuriang tergolong omnivora. Di alam ataupun lingkungan
budidaya, ia dapat memanfaatkan plankton, cacing, insekta, udang-udang kecil
dan mollusca sebagai makanannya.
Untuk usaha budidaya, penggunaan pakan komersil (pellet) sangat
dianjurkan karena berpengaruh besar terhadap peningkatan efisiensi dan
produktivitas.Tujuan pembuatan Petunjuk Teknis ini adalah untuk memberikan
cara dan teknik pemeliharaan ikan lele dumbo strain Sangkuriang yang dilakukan
dalam rangka peningkatan produksi Perikanan untuk meningkatkan ketersediaan
protein hewani dan tingkat konsumsi ikan bagi masyarakat Indonesia.
Berdasarkan keunggulan lele dumbo hasil perbaikan mutu dan sediaan
induk yang ada di BBAT Sukabumi, maka lele dumbo tersebut layak untuk
dijadikan induk dasar yaitu induk yang dilepas oleh Menteri Kelautan dan
Perikanan dan telah dilakukan diseminasi kepada instansi/pembudidaya yang
memerlukan. Induk lele dumbo hasil perbaikan ini, diberi nama "Lele Sangkuriang".
Induk lele Sangkuriang merupakan hasil perbaikan genetik melalui cara silang
balik antara induk betina generasi kedua (F2) dengan induk jantan generasi
keenam (F6). Induk betina F2 merupakan koleksi yang ada di Balai Budidaya Air
Tawar Sukabumi yang berasal dari keturunan kedua lele dumbo yang diintroduksi
ke Indonesia tahun 1985. Sedangkan induk jantan F6 merupakan sediaan induk
yang ada di Balai Budidaya Air Tawar Sukabumi. Induk dasar yang
didiseminasikan dihasilkan dari silang balik tahap kedua antara induk betina
generasi kedua (F2) dengan induk jantan hasil silang balik tahap pertama (F2 6).
2.Maksud dan Tujuan
Untuk itu maka kesempatan berinvestasi dalam pembudidayaan lele
terutama lele sangkuriang dengan segala kelebihannya perlu ditindaklanjuti,
karena pasar yang terbuka cukup lebar sehingga manfaat yang dapat di ambil
besar diantaranya :
1) Sebagai bahan makanan.
2) Ikan lele dari jenis C. batrachus juga dapat dimanfaatkan sebagai ikan pajangan
atau ikan hias.
3) Ikan lele yang dipelihara di sawah dapat bermanfaat untuk memberantas hama
padi berupa serangga air, karena merupakan salah satu makanan alami ikan
lele.
4) Ikan lele juga dapat diramu dengan berbagai bahan obat lain untuk mengobati
penyakit asma, menstruasi (datang bulan) tidak teratur, hidung berdarah,
kencing darah dan lain-lain.
3.Visi dan Misi Usaha
a. Visi
High quality, low cost, high demand, and low price
b. Misi
1)Penjagaan dan pengawasan kualitas di setiap proses manajemen.
2)Efisiensi di setiap rantai manajemen.
3)Pelayanan dan kepuasan konsumen.
4)Terendah dari yang tertinggi.
Navigation
[0] Message Index
[#] Next page
Go to full version