sama bos, sedikit cerita, didaerah kita dulu sebelum kondisi edan seperti sekarang ini, big bos nya dealer tersebut yang nganterin chip D1 berikut D2 nya sendiri (ga pake nyuruh anak buahnya) malahan kita masih inget dikasih baju kemeja XL juga (2buah) sambil berseloroh "bantu-bantu ya pak" sampai pada akhirnya kita dikasih D1 sampai 2 unit, eh sekarang sang bigbos ditelpon aja susahnya bukan main (sampai2 anak buahnya juga ikut2an) tapi hal beginian nggak usah dipikirin dalam-dalam juragan, buang-buang waktu n menghabiskan biaya saja.
memang hanya ada di XL, kita beli stoknya kayak beli narkoba saja (maaf) nggak boleh beginilah, nggak boleh begitulah, padahal barang sudah kita beli artinya 100% hak penguasaan ada di kita untuk menggunakannya, (selagi tidak kita gunakan untuk melakukan kejahatan)
sedikit kita berpikir juragan semua, coba kita bayangkan perusahaan-perusahaan dijaman modern seperti sekarang ini, semakin berlomba-lomba untuk memberikan pelayanan yang maksimal pada pasar / konsumen, sebagai contoh saja perusahaan perbankan misalnya, mau menyalurkan kredit (pinjaman) atau creditcard itu saja merayu calon nasabahnya sedemikian rupa sehingga mau menerima penawaran yang diajukan (jika kita dirasa memang layak menerimanya), padahal mereka mau meminjamkan fasilitas dana, bukan mereka ingin meminta fasilitas dana dari kita, sementara XL & mungkin juga sebagian provider lainnya, kita sudah mau membantu mereka (tanpa gaji & komisi) dalam mendistribusikan produk-produknya, kenapa seperti kita mau minta bantuan dana dari mereka, jadi ingin tertawa, orang yang pada korupsi saja bisa hidup bebas tertawa-tertawa berkeliaran kemana-mana semau mereka, sementara kita yang sudah mau berusaha dijalan yang benar (mudah-mudahan halalan thayyiban) kenapa justru kondisinya "mengenaskan" seperti ini, betapa bodohnya kita ini hidup dijaman modern seperti sekarang ini, tapi layaknya hidup dijaman kerajaan tempoe doeloe, kami sadar kami ada karena mereka (operator), kami besar karena mereka, kami bisa belajar menjadi pengusaha (mudah-mudahan) karena mereka, tapi tanpa kita, SIAPA MEREKA (maaf)
wahai para pejabat-pejabat operator (khusunya XL) mari kita duduk bersama, mencari formula terbaik untuk mengakhiri situasi yang rasanya merugikan banyak pihak ini, panggil perwakilan dealer,sever,reseller dan pihak-pihak terkait (pemerintah bila perlu) untuk duduk bersama menyelesaikan masalah yang rasa-rasanya menjadikan keresahan-keresahan ditingkat penjual pulsa paling bawah ini, kami berharap mudah-mudahan masih ada harapan esok hari.
mohon maaf agan-agan semua, ini hanya curahan jiwa ratapan anak negeri, mudah-mudahan apa yang kami sampaikan ini kliru
SALAM SATU JIWA, SUKSES UNTUK KITA SEMUA, TETAP SEMANGAT