Kalau di merger jadi lebih dari 1 Perusahaan, saya si setuju aja.
Yg di takuti itu kalau terjadi monopoli, hanya 1 pemain tunggal.
nah... ini yg cilaka bos.
masi ingat jaman telkom memonopoli telekomunikasi di era pak Harto?
kalo di itung persamaannya, jaman dulu telpon lokal aja 1 menit Rp 100 dapat 1 potong kue.
sekarang 1 potong kue rata2 di jual Rp 1000 jadi kebayang ndak? berapa tariff telpon nanti kalau di monopoli?
Rokok aja ngak sederas Pulsa lo alirannya.
kalo pulsa si merah, 5ribu paling itungan 5 menit abis.
kalo Rokok 1 batang, bisa terbatuk2 abisin 1 bungkus 5 menit.
tapi saya sangat tak menyarankan Rokok.
Narkoba tuh
nah... kasus monopoli ini aja uda terlihat di cluster si merah, dan biru.
untuk wilayah Pontianak aja, diler2 uda seperti raja2 kecil.
sampai saat ini masih bertingkah seperti raja kecil.
saya minta bagi stok 1000 unit aja per minggu gak mau di kasi.
dengan alasan stok tak banyak, karena aturan cluster
mungkin uda bawaan manusia. sulit untuk berbagi
Beda dengan pelit
kalau pelit, menurut saya, perhitungan buat beli barang. kalau tak perlu2 amat, gak beli.
kalau enggan berbagi, menurut saya kondisinya kita uda punya tu barang, banyak lagi, dan tak sanggup abisin sendiri, tapi tak mau berbagi, lebih milih untuk di buang atau mubazir, nah ini yg jelek
kembali ke kasus merger,
Semua bisnis selalu ada jalan hidupnya,
server tetap akan hidup, itu keyakinan saya, karena begitu adilnya Tuhan.
Liat aja d, apakah orang yg malas atau sakit tak di beri rejeki untuk makan hari itu?
Tetap aja ada rejeki buat makan 1 hari kan?
Kalau mau rejeki banyak, dan hidup penuh rejeki, ya jemputlah rejeki itu
Berilah manfaat yg lebih buat orang lain. berbagilah lebih banyak dengan orang lain
Lebih banyak orang, lebih banyak manfaat
berbagi produk barang dan jasa. si A punya, kita punya, berbagilah
nah... sama dengan operator, asalkan tidak monopoli, saya yakin, indosat XL kalau mergerpun tetap akan menggandeng Server,
Server udah menjadi mata rantai distribusi mereka kok,
kalau mereka berani memutus server, wah... siap2 aja operator lain yg masuk.
seperti Partai Politik bos,
Kita ini umpamanya Ormas atau LSM,
kalau ormas dan LSM di abaikan oleh Partai A, ya kan masi ada partai lain yg mau lirik
tak perlu kuatir d,
kita lebih independen ketimbang operator, lebih dekat dengan rakyat,
tul kan?
Bersyukur aja bos, supaya ndak pusing beli stok banyak2 sampai modal tersebar kemana2
lebih baik simpel, kita bisa mikirin usaha lain.
Selamat Berkarya