sebenarnya yg tidak direstui oleh PLN adalah pembohongan publik atas besaran admin.
Setiap terminal transaksi terkoneksi dgn pln sesuai admin saat pertama kali diregistrasi.
Misal admin 2000. Lalu oleh jagoan neon pembelian pulsa diset 23000 =) .Woalah ... jadilah PLN rasa 4000 =D
Saat pelanggan PLN komplain kok dapat kWh mini, PLN bilang kalo pembelian 23 rb, sedangkan si pelanggan bilang 25rb.
Nah, kalo ketahuan menESDM PLN bisa disemprit pake undang-2 perlindungan konsumen =(
Alhasil, .... berangus lagi deh server nakal.
Alih2 menilang server nakal, sekalian aja si Switchingnya di BlackLIST =$
setuju sama si bos ini, saya rasa letak permasalahan ada disini, user kadang tidak tahu (atau malah tidak mau tahu langsung asal beli) kalau ada perbedaan kwh di setiap pembelian pulsa listrik. Saya rasa jika pln mau menjadikan kwhnya satu maksudnya tidak ada perbedaan fee admin akan jauh lebih mudah dalam pengoperasiannya.
tapi kalau masalah banting bantingan harga akan sulit untuk menanggulanginya, karena setiap serpul berbeda beda dalam pengaturan harganya.
maaf jika ada salah kata
