Soal komunikasi baik itu masalah lain, dan memang sudah menjadi keharusan ketika menjalin kemitraan, entah di posisi apa saja, dan dalam situasi apa saja. Tidak adapun SN=N/A pun komunikasi baik harus tetap dijaga, begitu pula ketika komplin saat ada SN=N/A, bagi sedoter harus menggunakan kalimat baik dan sopan, tidak bernada sengak; pun bagi supplier juga harus menanggapi dengan kalimat baik dan sopan plus berusaha semaksimal mungkin menggarap komplinan tersebut secepatnya, tidak cuma ditanggapi tapi gak digarap, atau kalau gak dikomplin ulang gak ada kabar terbarunya gimana? Kalau cuma komunikasi dan komunikasi terus namun komplinan gak digarap itu gimana? ya itu namanya komunikasinya buruk. Kok dikatakan buruk? la iyalah, dalam komunikasi bilang sanggup untuk mengecek, tapi prakteknya gak ada, ditunggu - tunggu gak kunjung ada kabar, apakah itu namanya?

Sebagaimana supplier melakukan recom, sedoter juga melakukan recom ke teman - teman sedoter. Mana supplier yang bertanggung jawab, tidak arogan, sopan, kalau dikomplin segera dikerjakan, kalau ngomong perkataannya bisa dipegang (tepat janji), kalaupun udah terlanjur janji namun karena hal diluar kemampuan tidak bisa menepati meminta maaf, dan lain sebagainya.
Terkait saat ini stok susah itu juga masalah lain. Dan itu sudah resiko orang jualan harus mencari barang dagangan entah di waktu mudah atau di waktu sulit dan itu urusan dapur, ngapain diperlihatkan? Curhat?

. Kalau mau jualan bukankah itu sudah menjadi konsekuensi. (Alasan Stok susah=pengalihan perhatian, ditanya bukti isi ulang (SN) kok ngomongin Stok susah

)
Mau alasan lagi: kamu transaksinya dikit sieh, gk tahu soal SN=N/A, coba kayak kita transaksinya banyak. Ngapain pula dengan transaksi banyak, mau pamer?

. Kalau gak mampu mengelola transaksi banyak ngapain dipaksakan transaksi banyak?

. (Alasan Transaksi banyak=pengalihan perhatian, ditanya bukti isi ulang (SN) kok ngomongin Transaksinya banyak

, ngelantur). Kayaknya ini masuk di postingan mas
de-ud: Supplier Sumber Daya Rendah

Kalau dibilang: Mau lancar pakek chip sendiri.
Jawab saja: Kalau jualan yang bertanggung jawab
