Untuk kategory murah atau mahal,
saya cuma berpendapat itu subjektif
tapi yg lebih penting, harga yg masuk akal
untuk harga modal, saya yakin kita punya keseragaman, umpama perlombaan lari marathon karena kita patokannya waktu, 1 bulan, 1 semester atau 1 tahun
kita start dari titik yg sama
yg membuat perbedaan adalah saat proses lari. ada yg pakai doping dan ada yg tulen, fisik yg alami
Untuk mencapai finish, yaitu target, kita berhak menentukan berapa angkanya, bagaimana strateginya.
Contoh kita menargetkan keuntungan 1 bulan 10 juta bersih. nah... dari pos mana aja kita harus capai target itu
Jika melakukan perang harga, saya rasa itu mekanisme pasar, yg penting seberapa kuat daya serap dan daya jual yg mau kita ciptakan.
misal, untuk H2H yg pasang margin Rp 50, harus jual 200 ribu unit, yg berarti 1 hari harus jual 6667 unit
angka yg mudah kah?
angka yg cukup sulit tapi tetap memungkinkan
ciri2 usaha yg bagus itu tumbuh berkembang, berapa % pertumbuhannya per tahun.
nah.. jika margin yg di ambil terlalu minim dengan target unit yg besar, apakah masi sanggup untuk menyisihkan pendapatan untuk investasi mendatang?
Jika kita bertemu dengan pesaing yg menawarkan harga lebih murah, kita coba bertahan dulu dengan mengevaluasi harga dan biaya kita, apa ada faktor yg bisa di ubah? jika bisa di ubah. ubahlah, jika semua sudah di patok mati, ya berarti harga kita yg lebih rasional, dan harga pesaing yg tak rasional.
Doping tak akan di toleransi oleh kita yg menghargai kejujuran dan sportivitas
jadi, berusahalah tampil maksimal
persiapkan fisik dan mental untuk berkompetisi
Selamat berjuang