Wah, penjara bisa penuh nih, Sekarang banyak rakyat yang gak peduli dengan pemerintah karena pemerintah juga gak perduli dengan rakyat. mereka mulai pintar, belajar juga dari pemerintah,pemilihan kades aja perorang sekitar 50-1juta untuk nyoblos,la untuk pemilihan bupati yang gak ada uangnya misal per tps 300 pemilih, yang hadir cuma 100, wah,,,wah,,,wah. penuh ki penjara.
klo enak mana jaman dulu sama sekarang ya gak sama, ada yang enak jaman dulu,ada yang enak jaman sekarang dalam kesejahteraan,tapi bukan itu yang dimaksud rakyat,ketentraman,guyub rukun itu yang diharapkan rakyat,sehingga terbentuknya rasa syukur sehingga terasa adanya kemakmuran mungkin itu yang membuat orang banyak bilang enak jaman dulu, klo pemerintahan sekarang mengajarkan hidup yang keras,kekanibalan sehingga ketradisionalan yang dulu di segani dunia di jajah dengan halus dengan modernisasi lewat teknologi,gaya hidup dll,sehingga menimbulkan watak dan hati yang keras,penyakit hati,kurang bersyukur,hati tertekan sehingga rakyat banyak yang gak takut dosa.
klo dari rakyat kecil : enak jaman dulu karena dulu masih banyak yang beriman dengan sesungguhnya,masih banyak yang berdo'a, bencana jarang balak pun jauh, istilahnya bruah,hati tentram penuh kerukunan
klo dari pengamat,politikus,dewan,pns,yang hidup di perumahan dll : enakan jaman sekarang semua bisa exis.
kox malah bahas golput ya, akhlaq nya kapan nih, dulu aja ada yang pakai baju ketat jadi omongan satu desa,ada yang hamil sebelum nikah aja klo belum tua gak berani muncul, jadi omongan satu kecamatan, la sekarang kaya gak punya dosa seolah lupa ibadah 40 tahun tanpa pahala.
klo boleh usul aturan busana ada uu nya, masuk hotel harus ada buku nikahnya, buka kost dan kontrakan harus ada uu nya juga yang menuju pidana, biar masalah moral,akhlaq di masyarakat biar dibenahi dan diurus rakyat sendiri.
he..he..he. maaf klo salah ,pm aja minta dihapus..