Sebelumnya mohon maaf pada admin dan para senior di forum ini kalau judulnya serasa tak pantas. Judul ini semata-mata untuk bahan diskusi bersama bagi rekan2 yg sekiranya sependapat...
Bulan lalu di Thread ini (begitu juga di media lain) ramai membahas provider XL hingga muncul pemboikotan di wilayah tertentu. Harga pun melonjak tajam yg berimbas berbagai keluhan di level RS dan pelanggan XL. Namun setelah "muncul" XL TUNAI sepertinya semua mulai dilupakan, Bahkan tak jarang yg mulai hancur2an harga seakan-akan (maaf) stok dicetak sendiri yg harus dijual murah. Padahal disadari atau tidak XL Tunai justru dapat membunuh server (bahkan mungkin Dealer) secara perlahan. Walaupun dari pihak XL sendiri mgkn bertujuan untuk meraih keuntungan/margin yg jauh lebih besar karena harga Dompul dan XL tunai terpaut cukup besar.
Nah, seandainya strategi XL dg XL Tunai ini diakui sukses karena disambut baik oleh sever pulsa apakah pernah kita pikirkan seandainya strategi XL ini diadopsi provider lain?
Info pagi ini setiap transaksi Top Up XL tunai di Alfamart sekarang ada biaya recharge otomatis Rp. 3500/transaksi. Wow....
Apakah kalau kita tidak jual XL takut jadi miskin...?
Tebakan:
Rukun kalau gak punya stok, saling bunuh bila punya stok, apakah itu?

Red:
XL Tunai didesain memang bukan diperuntukkan masuk mesin (server), tapi untuk pelanggan langsung dan juga bukan untuk isi ulang pulsa core bisnisnya. Jadi dengan membludaknya transaksi XL Tunai otomatis mengganggu kinerja server XL Tunai, berikut mengganggu alokasi stok pulsa server XL Tunai jadi berantakan. Untuk menormalkannya cara sederhananya tidak lain adalah dengan membebankan biaya. Mungkin sekarang masih 3.500, namun kalau masih tetap besar transaksi isi ulang melalui XL Tunai juga tidak menutup kemungkinan akan dinaikkan kembali (tanpa pemberitahuan tentunya).
Sekedar share analisa: XL menggunakan management berbasis Pola
