Maaf ni juragan semua,
BRTI sepertinya juga ndak membantu banyak, cuma jadi tukang tambal ban, padahal yg masalah itu ya ban itu sendiri, uda bobrok tak bisa dipakai, apa mau di tambal terus?
kalo saya si ganti aja ban lama dengan ban baru,
memang ada biaya, tapi, coba pikirkan masa depannya,
perjalanan bisa lebih mantap dan ndak was was kan?
untuk yg daerahnya cuma punya sinyal telkompret,
ya terima nasib d, sambil nunggu dewa penolong ada operator yg bangun BTS nya disitu,
baru kita masuk,
nah... cara ganti ban, uda saya lakukan
syukur, yg dulunya telkompret bisa dominasi sampai 50%,
sekarang tinggal 10-15% aja
awal memang berat, kehilangan banyak transaksi
tapi pelan2 kita geser dominasi si merah,
caranya, ya tingkatkan penjualan kartu Perdana operator lain,
saya sendiri di rumah dan konter ndak jual pulsa simpati as lagi,
kalo di tanya tetangga kenapa, ya jawab aja, di larang keras oleh telkomsel,
karena pakai monopoli dan tebang pilih,
lama2 ada juga yg gak tahan, susah beli pulsa, jadi ganti kartu
pantang bagi saya untuk mengemis
karena kita ini komunitas tangan diatas,
Tul Kan? apa kita makan gaji dari operator? kita memberi orang lain pekerjaan.
jadi pantang mengemis,
berbahagialah orang yg sabar sambil berikhtiar,
tak pernah berhenti berharap dan bekerja,
dijamin bos, ane sendiri uda ngerasain, dari Trx yg drop sampai 50-60%
pelan2 naik lagi, dengan porsi operator lain yg naik, telkompret uda bonsai
salam semangat
edy