Salam,
Semenjak Cluster menjadi trend di kalangan OPSEL mulai saat itulah HLR tidak berlaku lagi. Yang berlaku sesungguhnya adalah dari BTS manakah sebuah nomor mendapatkan signal?; dari situlah ditentukan nomor yang diisi ikut cluster mana?; dari situlah penjualan dihitung, termasuk penjualan inner ataukah outer; kalau chip yang mengisi ulang dan nomor yang diisi ulang mendapatkan signal dari 1 BTS yang sama atau 2 BTS/lebih namun dalam satu cluster, maka dihitung penjualan inner, kalau tidak demikian maka dihitung penjualan outer.
Sejauh manakah HLR berfungsi saat ini? HLR sejak cluster diterapkan sungguh kurang efektif lagi, karena banyak nomor - nomor lama yang telah mati masuk dalam kantong sampah, kemudian didaur ulang lagi menjadi Nomor Perdana baru dan dijual di wilayah penjualan berbeda, dan ada pula yang dijual masih dalam wilayah sama, karena sistem OPSEL tidak lagi menggunakan HLR melainkan BTS. Itu artinya HLR yang melekat di nomor tersebut sudah tidak lagi valid dijadikan pedoman.
Terus solusinya bagaimana? Solusi hanya satu yakni menciptakan SOFTPUL yang mampu mendeteksi secara otomatis letak nomor yang diisi mendapatkan signal dari BTS mana, sehingga dapat ditentukan clusternya. Namun hal ini cuma MIMPI. Karena untuk menciptakan Software yang demikian tentu harus masuk, mengetahui dan menganalisa sistem masing - masing OPSEL yang memberlakukan Cluster. Dan kecil kemungkinan mereka mengizinkan pihak lain untuk mengakses sistem mereka.
Semoga mimpi ini jadi kenyataan, karena SEGALA SESUATU NYATA BERAWAL DARI MIMPI
Terima kasih,
Kepanjangan istilah:
SOFTPUL= Software Pulsa
OPSEL= Operator Seluler