saya rasa sulit bos, karena server2 diindonesia buanyak, ditempat ane aja server udah 4 tapi mereka main inner aja.
meskipun main inner tp tidak menutup kemungkinan mereka juga outer,
sebagai contoh: server dari jember memiliki downline di kota bondowoso, banyuwangi dan situbondo mereka melakukan trx tsel ke masing-masing kota mereka,, anggap saja inner, tapi di mata delaer ini melakukan pelanggaran kenapa? karena masing2x kota tsb memiliki dealer [benteng] jadi ini di namakan outer cluster.... kalo gak salah 7%.
ada cerita lucu dan menarik....
mereka mengatakan tsel,xl,indosat adalah provider dalam 1 titik saling bersaing. pernahkah anda mendengar dealer XL membuka pulsa all operator??? dalam neraca perhitungan akhir, kenapa telkomsel lebih laris, pd hal harga tsel lebih mahal dan harga xl di samakan dengan harga dompul.. dan paling sangat lucu sekali, all operator dealer XL BC mencari telkomsel nasional hahahaha....
back to topic:
jadi sekarang solusinya gimana? oalah kok malah tanya? rata-rata teman-teman kalo mengatasi cluster telkomsel kok malah ceramah ya, nggak memberikan tindakan apa-apa? kalo tidak ada dukungan masa bisa kita makan bos, perlu di ketahui server pulsa memberikan support seluruh indonesia, sedangkan dealer melarang tidak boleh melakukan transaksi di luar tempat di mana kota anda berada bersama dealer, nah dealer mengatakan di larang/melarang, sedangkan kita pemain server tergantung kepada dealer yang memberikan kita laba/hasil/keutungan untuk di jual ke pelanggan? kalopun tidak ada dealer kita tidak bisa berbuat apa2x sedangkan stok bank masih membeli ke dealer tsel, kalo pun di lawan coba halal kah kita makan ato haramkah kita makah dari hasil/laba/keutungan yang di berikan dealer ke kepada kita untuk di jual ke pelanggan? MISALKAN: server saya ada di semarang, sedangkan saya ada downline yang berada di kota surabaya, haram atau halalkah hasil laba dari downline kota surabaya? padahal kota surabaya sendiri berteriak mengatakan kenapa server saya sepi, saya butuh makan, saya butuh biaya ini dan itu, oh ternyata yang menguasai server semarang wah, tega nian dikau menyerobot rezeki saya?? mau menawarkan kota palembang takut beresiko kenak kartu merah, ini dan itu. maka dari itu ayok teman-teman tekadkan bulat agar teman-teman di sini bisa melakukan transaksi telkomsel bebas hambatan. agar semuanya bisa nyaman dan tentram server semarang bisa ngambil downline surabaya, dan surabaya bisa ngambil downline di semarang jadi ada simbiosis mutualisme... jalan keluar yang saya ajukan yaitu:
1. KENAPA CABANG TELKOMSEL BEGITU BANYAK MUNGKIN ADA 100 NAMA DELAER/UPLINE?
a. apakah saham telkomsel sedikit akhirnya membuka tender bagi kanibal-kanibal berduit utk membuka dealer, kasian juga duit mereka ternyata di gunakan untuk melawan pemain server/saudara sendiri yg sudah lama berkerja sama.
b. apakah ada pihak luar negeri ikut campur/berkepentingan untuk di adu domba dealer vs server?
c. semenjak telkomsel di pegang singtel tidak ada masalah, dan kenapa saham jatuh di pegang indonesia kembali semakin ruwet? apakah tidak terima atau tidak puas ataupun balas dendam kalo caranya bgtu ye, ya udeh jual aje nih telkomsel, dan jangan menjual tsel lagi di indonesia TUTUP. dan perlu di ketahui kawan-kawan telekomunikasi indonesia ini begitu banyak spywarenya/penyadapan, apalagi kalo servernya/sistemnya masih berkerja sama dengan pihak luar waduh hancur. makanya banyak sekali pemain saham luar negeri yang bgtu semangat yang luar biasa untuk jasa komunikasi ini, terbukti indoneisa adalah provider terbanyak sedunia, kalopun indonesia ini tidak penting kenapa banyak sekali provider pemerintahnya juga ok apalagi jasanya ya,,,, hahaha.
d. kalopun tidak bisa melakuakn hard cluter di hapus, mentok pakai CLOCK BY SYSTEM. jadi cukup transaksi inner aja, ha mimpi kali ya. kalo telkomsel main hal seperti itu, karena mereka juga mikir transaksi pulsa via bank atm nasibnya gimna...
e. pemain server pulsa tidak kompak msh berpikir ini dan itu yang sudah ihklaskan hati kita kalo di tindas, di kremes, di komplen, di bikin ribet sama dealer.